Banyak orang ingin menurunkan berat badan dengan cepat, tapi sayangnya masih terjebak dalam berbagai mitos diet yang terdengar meyakinkan. Alih-alih membuat tubuh lebih ideal, kebiasaan yang salah justru memperlambat metabolisme dan bikin angka timbangan naik lagi.
Berbagai sumber kesehatan seperti World Health Organization dan Harvard Medical School sering mengingatkan bahwa pola makan sehat bukan soal ekstrem, melainkan soal keseimbangan. Nah, supaya kamu tidak salah langkah, berikut enam mitos diet yang sering bikin orang gagal total.
1. Tidak Makan Malam Bikin Berat Badan Turun Drastis
Banyak orang percaya kalau melewatkan makan malam bisa langsung memangkas berat badan. Padahal, tubuh tetap membutuhkan energi di malam hari untuk proses pemulihan sel dan metabolisme.
Kalau kamu sengaja tidak makan malam, rasa lapar biasanya datang lebih kuat keesokan harinya. Akhirnya kamu makan berlebihan saat sarapan atau ngemil tanpa kontrol. Pola seperti ini justru membuat asupan kalori harian jadi tidak stabil.
Yang lebih penting sebenarnya bukan jam makannya, tapi total kalori dan kualitas makanan yang kamu konsumsi. Kalau ingin makan malam, pilih protein tanpa lemak, sayur, dan porsi yang wajar.
2. Semakin Sedikit Makan, Semakin Cepat Kurus
Ini salah satu mitos diet paling berbahaya. Banyak orang memangkas kalori secara ekstrem dengan harapan berat badan cepat turun. Faktanya, tubuh punya mekanisme bertahan hidup.
Saat kamu makan terlalu sedikit, metabolisme melambat. Tubuh masuk ke mode “hemat energi” dan menyimpan lemak lebih banyak. Begitu kamu kembali makan normal, berat badan bisa naik lebih cepat dari sebelumnya.
Ahli nutrisi dari Academy of Nutrition and Dietetics menyarankan defisit kalori yang wajar, bukan diet kelaparan. Jadi, jangan asal memangkas porsi tanpa perhitungan.
3. Semua Lemak Itu Jahat dan Harus Dihindari
Banyak orang menghindari semua jenis lemak karena takut gemuk. Padahal tubuh tetap butuh lemak sehat untuk hormon, otak, dan penyerapan vitamin.
Lemak trans dan lemak jenuh berlebihan memang tidak baik. Tapi lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun justru membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Kalau kamu menghindari lemak sepenuhnya, rasa lapar datang lebih cepat dan akhirnya kamu ngemil berlebihan.
Intinya, pilih jenis lemak yang tepat, bukan menghapusnya total dari menu harian.
Baca Juga:
Panduan Diet Sehat untuk Turunkan Berat Badan Secara Alami
4. Minum Jus Detox Bisa Menghilangkan Lemak
Tren jus detox sempat viral dan banyak orang percaya minuman ini bisa “membersihkan” lemak dalam tubuh. Padahal, tubuh sudah punya sistem detoks alami melalui hati dan ginjal.
Kalau kamu hanya minum jus tanpa serat utuh dan protein, kadar gula darah bisa naik turun drastis. Rasa lapar muncul lebih cepat dan energi gampang drop. Setelah program detox selesai, berat badan sering kembali naik karena tubuh kekurangan nutrisi.
Daripada fokus detox instan, lebih baik perbaiki pola makan jangka panjang dan perbanyak konsumsi sayur utuh.
5. Produk Label “Low Fat” Pasti Lebih Sehat
Label “low fat” sering bikin orang merasa aman dan akhirnya makan lebih banyak. Padahal banyak produk rendah lemak justru mengandung tambahan gula agar rasanya tetap enak.
Kalau kamu tidak membaca komposisi dengan teliti, kamu bisa mengonsumsi kalori yang sama atau bahkan lebih tinggi dibanding produk biasa. Strategi pemasaran seperti ini sering menyesatkan konsumen yang ingin diet cepat.
Lebih baik fokus pada makanan segar dan minim proses daripada tergoda klaim kemasan.
6. Karbohidrat Sepenuhnya Bikin Gemuk
Karbohidrat sering jadi kambing hitam dalam program diet. Banyak orang langsung menghapus nasi, roti, atau kentang dari menu harian. Padahal tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama.
Masalahnya bukan pada karbohidratnya, tapi jenis dan porsinya. Karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung putih memang mudah meningkatkan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Namun karbohidrat kompleks seperti beras merah, oatmeal, dan ubi memberikan energi stabil dan serat tinggi.
Beberapa penelitian yang dipublikasikan oleh Mayo Clinic menunjukkan bahwa keseimbangan makronutrien jauh lebih efektif dibanding eliminasi total satu jenis makanan.
Kenapa Mitos Diet Bisa Bikin Berat Badan Naik?
Saat kamu mengikuti mitos diet yang salah, tubuh mengalami stres. Hormon lapar seperti ghrelin meningkat, sementara hormon kenyang menurun. Akibatnya kamu lebih mudah lapar dan sulit mengontrol porsi makan.
Selain itu, pola diet ekstrem sering membuat seseorang mudah menyerah. Ketika sudah merasa gagal, banyak orang kembali makan berlebihan sebagai pelampiasan. Siklus ini yang akhirnya membuat berat badan naik turun tidak stabil.
Cara Diet yang Lebih Masuk Akal dan Berkelanjutan
Kalau kamu ingin hasil yang tahan lama, fokuslah pada perubahan gaya hidup, bukan diet instan. Perbaiki kualitas makanan, atur porsi, rutin bergerak, dan tidur cukup.
Diet sehat bukan tentang menyiksa diri, tapi tentang konsistensi. Jangan sampai kamu terjebak mitos diet yang justru bikin makin gemuk. Pilih strategi yang realistis dan bisa kamu jalani dalam jangka panjang.